Autisme: Kenali Sejak Dini

Autisme: Kenali Sejak Dini

Autisme ini merupakan suatu kelainan dari perkembangan saraf dan dapat menyebabkan gangguan perilaku serta interaksi sosial. Gejala dari penyakit ini biasanya akan lebih sering terdeteksi pada masa kanak kanak. Autisme ini juga merupakan gangguan spektrum atau biasa yang disebut dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Gejala dan tingkat keparahannya juga bervariasi pada setiap penderitanya. Gangguan yang dapat dikategorikan dalam ASD ini seperti sindrom Asperger, gangguan autistik dan childhood disintegrative disorder dan lainnya. berikut ini merupakan penyebab dan gejala autisme.

Mengenali Gejala Dan Penyebab Dari Autisme

Penyebab untuk penderita autisme ini belum diketahui secara pasti. Tetapi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kejadian autisme. Misalnya jenis kelamin, riwayat autisme yang terjadi di dalam keluarga hingga kelahiran prematur.  Gejala serta tingkat keparahan dari penyakit autisme ini sangat bervariasi. Penderita biasanya dapat mengalami gejala ringan yang umumnya tidak mengalami hambatan dari aktivitas. Tetapi, jika gejala yang dialami oleh penderita termasuk dalam kategori gejala berat, biasanya penderita akan membutuhkan bantuan ketika akan menjalani aktivitas sehari hari.

  1. Mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Masalah dalam berkomunikasi biasanya dialami oleh anak autisme. Misalnya sulit bicara, menulis, membaca dan lebih paham ketika menggunakan bahasa isyarat. Misalnya dengan menunjuk dan melambai. Mengalami keterbatasan dalam berkomunikasi membuatnya sulit untuk memahami percakapan dan memahami maksud dari suatu perkataan atau petunjuk yang diberikan oleh orang lain. Maka, tak jarang jika penyandang autisme ini akan mengucapkan kata dengan berulang kali.
  2. Gangguan dalam berhubungan sosial.  Ciri lain yang dapat diketahui dari anak autis yaitu kesulitan dalam melakukan bersosialisasi. Anak dengan penyandang autisme biasanya akan lebih asyik dengan dunianya sendiri. sehingga sangat sulit untuk bersosialisasi atau terhubung dengan orang di sekitarnya. Bahkan terkadang anak dengan autisme ini juga terlihat kurang responsif atau lebih sensitif dengan perasaannya sendiri. maka dari itu anak autis cenderung sangat sulit untuk berteman, fokus terhadap suatu objek pelajaran yang berada di sekolah hingga kesulitan bermain dan berbagi mainan dengan teman.
  3. Gangguan perilaku.  Ada beberapa pola perilaku yang dapat dibilang khas dan biasanya ditunjukkan oleh anak dengan autisme. Misalnya marah, tertawa dan menangis tanpa sebab yang jelas. Anak autis juga biasanya hanya menyukai atau mengonsumsi makanan tertentu, melakukan beberapa tindakan atau gerakan tertentu yang dilakukan secara berulang kali. Misalnya seperti mengayunkan tangan atau memutarkan badan, dan cenderung menyukai objek atau topik tertentu. Meski demikian, gejala autis ini tidak selalu buruk. Karena beberapa anak autisme juga memiliki kelebihan atau bakatnya pada bidang tertentu. Misalnya seperti  dapat belajar secara terperinci dan mengingatnya dalam waktu lama hingga tertarik untuk mempelajari seni musik dan menggambar.
Baca Juga:  Biseksual: Penjelasan Lengkap

Cara Memastikan Bahwa Anak Menderita Autisme

Ciri anak autisme juga biasanya dapat menyerupai gangguan lainnya. misalnya seperti mengalami gangguan pendengaran, depresi pada anak hingga gangguan kecemasan. Selain itu, anak yang dicurigai menderita autisme ini juga perlu diperiksakan ke dokter anak untuk memastikan apakah anak tersebut mengalami gangguan autis. Ketika memeriksakan anak kepada dokter, biasanya ia akan mengevaluasi tumbuh kembang anak, menilai kemampuan anak dalam berbicara, belajar, berperilaku hingga pergerakan anak. Bahkan, dokter juga mungkin akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lain berupa tes pendengaran, genetik hingga konsultasi psikologi anak.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan kondisi seperti autisme ini. Tetapi ada beberapa metode terapi yang dapat membantu anak untuk meningkatkan kemampuan untuk melakukan interaksi, bersosialisasi dan belajar. Dokter akan menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi yang sedang dialami oleh penderita. Tujuan dari adanya terapi ini yaitu untuk membantu anak agar berkembang dengan baik.

Cara Berkomunikasi Dengan Anak Autis

Orang tua dapat membangun komunikasi dengan anak autisme melalui cara agar meningkatkan keterampilan anak serta mencari kekurangannya. Orang tua juga perlu belajar untuk menjalin komunikasi bagi anak penyandang autisme daripada berusaha untuk menyesuaikan kondisi anak dengan kondisi anak lain. Berikut ini merupakan strategi yang dapat dicoba:

  1. Meniru anak. Jika ingin menjalin komunikasi dengan anak yang didiagnosa autis anda dapat mencoba dengan menirukan suara dan perilaku bermain anak yang akan mendorong lebih banyak vokalisasi dan interaksi yang akan dilakukan oleh anak. Misalnya ketika anak bermain mainan dengan menggulingkan mainannya, orang tua juga bisa melakukan hal yang sama. Atau ketika anak menabrakkan mainannya, anda juga dapat melakukan hal tersebut. Selama kegiatan yang dinilai positif, hal itu dapat membantu komunikasi dengan si anak.
  2. Bahasa visual. Selain menirukan anak, anda juga dapat menggunakan bahasa bahasa visual agar dapat menjalin komunikasi dengan anak. Misalnya dengan menggunakan visualisasi gambar atau melalui video. Dengan begitu, anak akan lebih tertarik untuk mempelajari kosakata yang telah diucapkan.
  3. Menggunakan gestur tubuh. Bagi sebagian orang, berbicara memang sedikit sulit untuk dilakukan. Maka hal lain yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan gestur tubuh, hal ini juga dapat membantu berkomunikasi dengan anak autisme. Cara terbaik yang dapat dilakukan yaitu dengan mengikuti arahan anak, dengan begitu orang tua dapat menggunakan arahan anak atau membalas gestur tubuh untuk berkomunikasi dengan anak.
  4. Menuliskan kata pada label. Anda juga dapat menggunakan cara dengan menuliskan kata pada label, misalnya dengan menuliskan dua kata yang terpisah. Penggunaan label ini juga dapat membantu mereka untuk menginternalisasi bahasa.
Baca Juga:  Pentingnya Self Healing

Check Also

Cara Move On dari Mantan

Cara Move On dari Mantan: 18 Tips

18 Cara Move On dari Mantan – Bagi beberapa orang, masa lalu termasuk salah satu …