Tanda-tanda Kamu Harus Segera ke Psikolog Terdekat Saat Ini Juga
Tanda-tanda Kamu Harus Segera ke Psikolog Terdekat Saat Ini Juga

Tanda-tanda Kamu Harus Segera ke Psikolog Terdekat Saat Ini Juga

Mudah dan cepatnya persebaran informasi membuat isu-isu seputar kesehatan mental menjadi lebih diperhatikan oleh masyarakat Indonesia, terutama para kawula muda. Akses untuk mendapatkan pertolongan ahli seperti psikolog terdekat pun semakin mudah dan murah.

Namun meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental masih belum diimbangi dengan pemahaman yang matang. Informasi-informasi yang bertebaran memang membantu, tapi tetap saja butuh penjelasan yang lebih dalam dari ahlinya.

Akibat berbahaya dari hanya membaca di internet adalah diagnosa diri sendiri. Ketika membaca sebuah tulisan tentang suatu gangguan psikologi, kita lalu merefleksikan gejala-gejala dari gangguan tersebut pada diri sendiri. Ketika kita merasa mengalami beberapa gejala itu, kita cenderung menyimpulkan memiliki gangguan psikologi tersebut di dalam diri kita.

Diagnosa diri berbahaya karena bisa menyebabkan salah penanganan. Sebaiknya kamu pergi ke praktek psikolog terdekat karena ada hal-hal kompleks yang perlu dilakukan sebelum diagnosa diberikan. Oleh karena itu para ahli butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk bisa melakukan diagnosa psikologi.

 

Lalu mengapa pemahaman yang benar tentang kesehatan mental sulit didapatkan?

Sakit tapi tak berdarah. Ungkapan itu pasti sudah sangat akrab di benak kita. Tapi emang apa sih sakit tak berdarah itu? Gimana rasanya? Gimana bentuknya? Nah kalau begini sebagian besar juga bakal bingung jawabnya. Itulah yang membuat kesehatan mental cukup sulit untuk dideteksi. Mereka nyata tapi tak kasat mata.

Berbeda dengan penyakit fisik yang cenderung mudah untuk dideteksi tandanya. Biasanya ditandai keluar darah, memar atau bengkak pada anggota tubuh, atau rasa sakit lainnya yang dirasakan. Sedangkan gangguan psikologis tidak mudah dideteksi karena bukan fisik yang diserang, tapi mental kita. Perasaan yang terlalu lama di pendam, trauma dari masa kecil, cemas berlebih, overthinking dsb.

Baca Juga:  Perbedaan Psikolog dan Psikiater Yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Tidak mudahnya dideteksi juga berdampak pada mudahnya orang-orang saling melakukan judgement atau tudingan tanpa paham kondisi yang dirasakan orang yang dituding. Hal-hal seperti perasaan dalam diri, kondisi mental, hingga trauma akan sangat susah dimengerti jika tidak mengalaminya sendiri.

Namun satu hal baik lainnya adalah pergi ke psikolog atau psikiater kini menjadi sesuatu yang lebih normal dibanding sebelumnya. Dulu terdapat stereotip jika pergi ke psikolog/psikiater dianggap sebagai orang yang lemah atau bahkan gila.  Anggapan pergi ke psikolog Cuma cerita doang juga mulai hilang. Hal tersebut ditunjang oleh mudahnya akses ke psikolog terdekat dan murah karena dicover BPJS.

kapan kita harus segera pergi ke psikolog? Berikut tanda-tanda yang bisa kamu cermati pada dirimu sendiri maupun orang-orang terkasihmu

  1. Masalah yang muncul sangat menganggu fungsi sehari-hari

Munculnya masalah itu merupakan sesuatu yang wajar, bagian dari hidup. Tetapi jika masalah tersebut membuat kamu tidak bisa menjalankan aktivitas dan fungsi sehari-hari maka berpotensi menambah panjang nan rumit masalahmu.

Misal masalah yang ada membuatmu kepikiran terus hingga susah tidur. Kurangnya kualitas tidur bakal mempengaruhi aktivitas harianmu. Atau masalah tersebut membuatmu susah berkonsentrasi dan tiba-tiba jadi pemurung, maka sebaiknya kamu segera konsultasi psikolog terdekat.

  1. Munculnya perasaan tak nyaman, padahal sudah dilakukan berbagai cara untuk mengusirnya, tapi hasilnya tidak bagus

Perasaan-perasaan yang kita sering anggap negatif seperti marah, kecewa, sedih, dsb sebenarnya sesuatu yang normal, sama halnya dengan perasaan-perasaan seperti bahagia, haru, terkejut dsb.

Namun jika kamu terlalu larut dalam perasaan tersebut dan sudah melakukan berbagai cara untuk menyingkirkannya tapi tak berhasil, maka mungkin kamu perlu bantuan psikolog untuk mengatasinya.

Baca Juga:  Ketahui Hal ini Kapan Anda harus menghubungi Psikolog Online untuk menjaga Kesehatan mental

Apalagi saat ini banyak konsep healing yang salah diartikan banyak orang. Mereka mengira itu bentuk penyembuhan diri, padahal Cuma sebatas distraksi. Bukannya sembuh, eh malah bikin boros. Waktu kembali ke rumah/kost/apartemen perasaan tersebut datang kembali.

  1. Mulai mencari pelarian-pelarian yang tidak sehat

Berkaitan dengan poin sebelumnya, karena tidak tahan lagi, mulai mencari pelarian agar bisa lupa sejenak dengan perasaan dan pikiran yang mengganggu tersebut. Jalan pintas pun diambil yang sebagian besarnya berdampak buruk dalam jangka panjang. Pelarian tersebut biasanya alkohol, obat-obatan berbahaya, pornografi, atau bahkan belanja dan makan berlebihan.

  1. Mengalami peristiwa traumatis

Peristiwa traumatis biasanya terjadi saat kita mengalami peristiwa yang sangat bikin shock seperti kematian orang tersayang, patah hati, penyiksaan, kecelakaan dll.

Pengalaman trauma tersebut akan membekas di dalam diri kita sehingga membuat takut seakan-akan dihantui sepanjang hidup. Untuk menyembuhkannya kamu butuh pergi ke psikolog terdekat.

  1. Mulai hilangnya dorongan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar

Tiap manusia punya dorongan-dorongan alami yang sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu untuk bertahan hidup. Dorongan alami tersebut diantaranya rasa lapar, haus, tidur, sex dsb.

Psikolog Jungian mengilustrasikan dorongan alami tersebut sebagai api primordial, yang ketika dorongan alami sedang kuat maka api tersebut sedang berkobar besar. Misal saat dalam keadaan lapar maka dorongan untuk makan membesar.

Salah satu tanda seorang individu terkena mentalnya adalah padamnya api primordial tersebut. Yang menyebabkan rendahnya dorongan untuk memenuhi kebutuhan dasar, yang jika dalam jangka waktu cukup lama tidak dipenuhi maka akan susah untuk bertahan hidup. Misalnya nafsu makan turun drastis, susah tidur berminggu-minggu dll

Jika kamu merasa mengalami hal-hal di atas, atau jika kamu merasa mengalami gejala gangguan mental, jangan dipendam dan membuat kesimpulan sendiri. Segeralah pergi ke psikolog terdekat. Jika masih ragu, maka kamu bisa mengajak orang terpercayamu untuk menemani.

Baca Juga:  Autisme: Kenali Sejak Dini

Check Also

Cara Move On dari Mantan

Cara Move On dari Mantan: 18 Tips

18 Cara Move On dari Mantan – Bagi beberapa orang, masa lalu termasuk salah satu …